�tangerangnews.com + 1
Sekolah Gender: Apa dan Untuk Siapa?
Sekolah Gender bukan sekolah formal seperti SD, SMP, atau SMA, melainkan sebuah short course atau ruang belajar yang fokus pada isu-isu berbasis gender. Program ini dirancang untuk:
– Memberikan wawasan dan skill terkait kesetaraan gender kepada perempuan dari berbagai organisasi dan komunitas.
– Mengembangkan kapasitas perempuan agar mampu memberikan solusi nyata atas persoalan sosial di masyarakat.
– Mendorong keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan publik.
�tangerangnews.com + 1
Kegiatan ini diluncurkan secara resmi oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, dan telah memasuki angkatan I pada awal tahun 2026 lalu. �tangerangnews.com
Fokus Pembelajaran dan Aksi Nyata
Berbeda dengan pelatihan konvensional yang hanya bersifat teori, Sekolah Gender menekankan output nyata. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga:
– Dibimbing untuk menyusun karya tulis yang relevan dengan isu gender di masyarakat.
– Didorong mengimplementasikan gagasan mereka melalui aksi sosial di lingkungan sekitar.
– Dinilai berdasarkan kemampuan menghasilkan solusi konkret seperti strategi pengelolaan masalah lingkungan atau pemberdayaan sosial.�jakarta.akurat.co
Salah satu isu penting yang menjadi fokus pembahasan pada angkatan pertama adalah peran perempuan dalam pengelolaan limbah domestik. Dengan peran sentral perempuan sebagai pengelola rumah tangga, pemerintah berharap gagasan dan solusi yang dihasilkan dapat memberi dampak nyata bagi kesejahteraan komunitas.
�news.fin.co.id
Harapan untuk Masa Depan Kabupaten Tangerang
Program ini bukan hanya soal penguatan kapasitas individu, tetapi juga bagian dari strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) yang lebih luas. Pemkab Tangerang berharap Sekolah Gender 2026 bisa menjadi titik awal lahirnya kebijakan dan kampanye sosial yang lebih sensitif terhadap isu gender serta:
– Menjadikan Kabupaten Tangerang lebih ramah perempuan dan bebas diskriminasi.
– Mendorong para peserta menjadi agen perubahan di komunitas mereka masing-masing.
– Meningkatkan partisipasi perempuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan daerah. �
jakarta.akurat.co
Dengan langkah tersebut, Pemkab Tangerang menunjukkan bahwa pembangunan yang inklusif bukan sekadar slogan, tetapi nyata melalui pemberdayaan masyarakat secara setara.
No Comments